namaku Panji Wicaksono. lahir dan besar di jakarta. setelah lulus sma, aku memutuskan untuk kuliah di Bandung. jadi, aku tinggal sementara ini di Lembang. ada yang bikin kegiatan ku gak nyaman selama tinggal di lembang. setelah beberapa bulan di lembang, aku sudah mengenal warga sini. namun ada yang membuat hatiku jengkel. sebagian dari mereka menegurku dengan sebutan Abang. padahal selama aku masih di Jakarta, aku sudah terbiasa dipanggil dengan sebutan "Mas" . dikarenakan aku asli keturunan jawa. kerabat ku yang di jakarta juga mayoritas asli keturunan jawa. oleh sebab itu panggilan "mas/mba" sudah jadi kebiasaan yg membuat ku nyaman disana. tapi di lembang ini, tetangga bahkan yang baru kenal denganku mengganggap aku orang betawi asli. mengingat mereka tahu kalau aku dari jakarta. "woalaah, piye toh iki jadine?" aku perlahan mulai menjelaskan kepada mereka kalau sebenarnya walaupun aku lahir dan besar di jakarta, aku keturunan asli Jawa. ayahku Jogja, ibuku Jawa timur. awalnya mereka gak percaya karena sepengetahuan mereka, jakarta hanya dihuni orang betawi. dan kalau ada orang jakarta yang liburan ke lembang, mereka memastikan kalau itu orang betawi. akhirnya dengan penuh kesabaran, aku menjelaskan kalau jakarta tidak hanya dihuni betawi. justru penduduk Jakarta mayoritas orang Jawa tengah dan Jawa timur. setelah itu mereka mulai sedikit percaya. tapi mereka bertanya "lantas kemanakah orang betawi aslinya?" mereka sebagian kecil masih ada di jakarta tapi sebagian besar di wilayah bogor, depok, tangerang, dan bekasi. jadi intinya penduduk jakarta 40% jawa, 20% betawi, 40% sisanya campur2. mereka akhirnya percaya kalau aku orang jawa yang lahir di jakarta. sejak saat itu mereka mulai memanggil ku dengan sebutan "Mas" aku mulai merasa percaya diri kembali dengan panggilan tersebut. merasa kangen waktu di Jakarta. sekarang aku mulai merindukan kembali kotaku yang tercinta. merindukan teman-temanku yang berasal dari berbagai etnis seperti Jawa, Minang, Betawi, dll.
sekian ungkapan hati yang saya buat. apabila ada perkataan yang menyinggung mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya
_Matursuwun_